Fitur Baru Facebook

Mulai hari ini (16/12) Facebook merilis Timeline bagi seluruh pengguna di seluruh dunia. Fitur model baru itu memungkinkan pengguna menceritakan kisah hidup mereka pada laman tersendiri.

Ketika pengguna memasuki laman Timeline, Facebook menyediakan dua pilihan untuk mengumumkan profil baru pada saat itu juga atau tujuh hari kemudian agar pemilik akun dapat merevisi Timeline mereka.

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan jutaan orang bercerita tentang aktivitas mereka di Facebook setiap hari. Berlatar belakang fakta itu, Facebook akhirnya mengembangkan Timeline.

''Ada tiga bagian, yaitu yang menceritakan seluruh kisah hidup pengguna, aplikasi dan cara baru berekspresi,'' kata Zuckerberg.

Pengguna dapat mengontrol konten yang akan diperlihatkan dalam Timeline. Dalam laman profil baru yang dibuatnya, Zuckerberg memasang fotonya saat bayi.

Timeline pertama kali diperkenalkan pada konferensi F8, September 2011. Tak hanya menampilkan kesukaan dan informasi pribadi pengguna, Timeline menawarkan informasi yang lebih detail tentang "kehidupan" pengguna di Facebook.

Salah satu peranti utama Timeline adalah Activity Log. Ini bisa digunakan untuk mengatur apa yang muncul di Timeline, posting tertentu bisa dinaikkan statusnya dan posting lain bisa diturunkan atau bahkan dihilangkan.

Bagi pengguna yang mau mencobanya, Facebook menawarkan opsi tujuh hari percobaan. Ini untuk melihat dulu apakah Timeline yang muncul akan sesuai dengan keinginan pengguna.

Setelah tujuh hari, baru Timeline itu akan diaktifkan dan bisa dilihat oleh pengguna lain. Atau, jika sudah merasa nyaman, boleh saja Timeline baru itu langsung diaktifkan.

Untuk mengaktifkan Timeline, kunjungi halaman berikut ini: http://www.facebook.com/about/timeline. Setelah sampai di halaman itu, scroll terus ke bawah untuk melihat tombol "Get Timeline", di sana juga akan muncul siapa saja teman yang sudah mengaktifkannya. Selamat Mencoba! (Yahe!,Sumber: Kompas Tekno)

Aqiqah Avicenna Fathan El Farsy

Praise be to Allah, the Lord of the Worlds, and blessings and peace be upon our Prophet Muhammad and upon all his Family and Companions.
 Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah (confirmed sunnah), dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama, berdasarkan anjuran Rasulullah SAW dan praktik langsung beliau:
“Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan).
Oleh karena itu, kami sekeluarga pada 15 Desember 2011 mengadakan acara Aqiqah dan gunting rambut putra ketiga kami, Avicenna Fathan El Farsy, sebagai ungkapan rasa syukur kami atas karunia Allah SWT. Mudah-mudahan dengan ditunaikannya ibadah tersebut dapat mendekatkan diri kami kepada Allah, dan reward-nya untuk putra kami tercinta yang baru lahir ke alam dunia.
Bismilahi, Allahu Akbar Allahumma Mina Walaka. Hadzihi Avicenna Fathan El Farsy Bin Yayat Herdiyatna
Alhamdulilah, perintahmu sudah kami tunaikan Ya Allah, semata-mata hanya untuk beribadah padamu dan merupakan fidyah (tebusan) untuk menebus putra kami, sebagaimana Engkau menebus Ismail yang akan disembelih dengan seekor kambing yang sangat besar. Semoga anakku kelak menjadi anak sholeh, anak yang selalu bertaqwa padamu. Amin.

Menyingkapi Keterpurukan

Kegagalan, apalagi jika kegagalan itu adalah keterpurukan hingga di titik terbawah, seringkali kita sikapi sebagai malapetaka, sebagai akhir segalanya. Keterpurukan di titik nol seringkali menjadikan kita ciut hati, undermotivated, dan berat memulai lagi dari bawah. Akibatnya, keterpurukan menjadikan kita makin terpuruk. Kita kian terjebak dalam pusaran keterpurukan.

Tapi kenapa kita tidak berpikir sebaliknya? Kenapa kita tidak menjadikan posisi terpuruk di titik nol sebagai sebuah energi luar biasa untuk bangkit. Kenapa kita tidak menjadikan keterpurukan di titik nol sebagai sinyal bahwa kita harus membangun sense of crisis, sinyal untuk mengetatkan ikat pinggang. Kenapa keterpurukan di titik nol tidak menjadikan kita ringan melenggang menggapai capapian-capaian luar biasa di depan. Kenapa keterpurukan di titik nol tidak kita jadikan momentum untuk change the world.

Saya melihat keterpurukan di titik nol adalah “harta karun” bagi kesuksesan kita karena ia menyimpan begitu banyak pelajaran, keutamaan, dan wisdom luar biasa. Karena itu, bahkan ketika kita tidak sedang terpuruk, kita harus menciptakan mindset keterpurukan di titik nol agar kita tidak ponggah, tidak sombong, tidak sok tahu, tidak malas, tidak terjebak di zona nyaman. (Yuswohadi, Leadership)

Avicenna Fathan El Farsy


Alhamdulillahhi rabbil 'alamin
... segala puji hanya untuk-Mu ya Allah...

Barokallohu laka fil mauhub laka wa syakartal wahib wa balagho asysyudahu wa ruziqta birrohu...
Semoga Allah SWT memberikan keberkahan untuk dirimu atas karunia yang diberikan kepadamu. Semoga engkau mensyukuri Yang Maha Memberi anak menjadi dewasa dan menjadi anak yang berbakti... Amin.
Hari Jum'at, 08 Dzul Hijjah 1432 H (04 Nopember 2011) tepat pukul 10.18 WIB lahir ke dunia anak ketigaku, lagi-lagi seorang pria mungil dengan bobot lahir 4 kg dan tinggi badan 51 cm melalui persalinan normal:
"Avicenna Fathan El Farsy"
Dilahirkan di ruang bersalin RSIA Assalam, Bogor, Jawa Barat. Proses persalinan berjalan lancar dengan dibantu oleh dr. Ibnu Mas'ud, Sp.OG, dua orang perawat dan tentunya saya sendiri yang berada di sebelah istri saya.
Terima kasih ya Allah atas limpahan nikmat-Mu yang tiada tara ini. Terima kasih untuk kedua orang tuaku, saudara-saudaraku, teman-temanku dan siswa-siswiku atas doa-doa antum semua, atas kunjungannya selama kami sekeluarga di rumah sakit maupun ketika kami sudah di rumah. Jazakumullahu khoiron katsiro...

Daun berwarna coklat itu jatuh


Seperti malam-malam sebelumnya, sehabis sholat isya saya biasa 'nongkrong' di taman mungil di belakang rumah. Bagi saya, taman seluas 3x4m itu adalah tempat yang nyaman untuk termenung. Kecuali anak dan istri saya, tidak ada orang lain yang dapat melihat saya karena dikedua sisinya dipasangi batako setinggi 3m. Ditemani gemericik air dari water fall dipojokkan taman, rokok mild dan segelas teh celup manis menambah suasana permenungan semakin dalam.

Baru tiga hisapan rokok, tiba-tiba sehelai daun berwarna coklat jatuh padahal tidak ada angin yang menerpa pohon itu. Hanya lantaran daun itu jatuh, pikiran saya jadi menerawang jauh. Kenapa jatuh? Pastinya karena daun itu sudah tidak lagi memiliki fungsi bagi pohon itu. Daun itu sudah tidak lagi memiliki zat hijau daun (Chlorophyll) yang fungsinnya sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis untuk kelangsungan hidup pohon itu.

Peristiwa jatuhnya daun itu memunculkan asosiasi dalam pikiran saya pada fenomena kehidupan sehari-hari, baik yang terjadi di dalam organisasi, perusahaan atau lembaga masyarakat lainnya. Batang pohon adalah organisasi, perusahaan atau lembaga, sementara daun-daunnya sebagai anggotanya atau karyawannya.

Peristiwa alam itu telah mengajarkan pada saya bahwa bila seorang anggota dari suatu organisasi atau seorang karyawan dari suatu perusahaan bahkan pimpinannya sekalipun, apabila sudah tidak lagi memiliki fungsi bagi organisasi atau perusahaannya akan jatuh dengan sendirinya. Tidak perlu ada fitnah, tidak perlu ada demo, dan tidak perlu ada kudeta dalam upaya menjatuhkan seseorang karena hukum alam mengajarkan ia akan jatuh dengan sendirinya.

Peristiwa alam itu juga memberikan pemahaman pada saya bahwa daun jelas berbeda dengan manusia. Daun tidak mampu memelihara kehijauanya, daun tidak memiliki kuasa menjaga fungsinya. Lain halnya dengan manusia, ia mampu meng-update dirinya, ia memiliki kuasa untuk meng-upgrade dirinya dengan pengetahuan baru agar fungsinya dalam organisasi atau perusahaan tetap terpelihara dan terjaga supaya tidak lekas jatuh.

Ah, tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 23.00, rokok sudah entah berapa batang dihabiskan dan segelas teh celup manis sudah tinggal tehnya menggelantung di gelas. Saatnya memejamkan mata. Sebelum beranjak aku masih sempatkan diri untuk melihat daun berwarna coklat itu terkapar di tanah tidak berdaya dan besok istri saya akan membuangnya ke tempat sampah.

Wanita lain "morning sick", istriku "afternoon sick"

Morning sick sering kali terjadi ketika usia kehamilan menjelang dua sampai tiga bulan. Gejala morning sick biasanya adalah mual dan muntah-muntah yang terjadi pada saat pagi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dua orang ahli biologi Amerika, Samuel M Flaxman dan Paul W Sherman mengatakan "Morning sick merupakan hal yang positif".

Bagaimana dengan yang terjadi pada istriku? Mual dan muntah-muntahnya tidak terjadi saat pagi. Pagi hari justru adalah saat-saat dimana semangat berkarirnya sangat tinggi. Wonder woman jelas terlihat. Jam 6.30 WIB dia sudah berangkat bekerja dengan mengendarai motor sendiri. Tidak terlihat adanya depresi atau tertekan sebagaimana dirasakan oleh wanita hamil muda umumnya. Mual dan muntah-muntahnya justru terjadi pada sore hari. Sepulang kerja sekitar jam 16.00WIB, istriku mulai dengan aktifitas "owek-owek"-nya.

Ketidaklajiman ini jelas membuatku penasaran untuk mencari tahu. Di kantor, saat jam istirahat, kucoba surfing ke beberapa situs kesehatan untuk memuaskan rasa penasaranku. Setelah jumping kesana-kemari , akhirnya aku berlabuh di situs infowanita.com. Artikel yang dimuatnya, Morning Sick---Is it a Good Thing?, bisa mengobati penasaranku. Artikel itu mengatakan, "Istilah morning sick sangat tidak cocok digunakan" kata Profesor Sherman."Morning sick adalah sebuah mekanisme untuk melindungi ibu dan janinnya, dan morning sick tidak selalu terjadi pada saat pagi, tapi terjadi kapan saja "kata Sherman.

Apa kata anakku, Raffi?

Kaget mendengar apa yang dikatakan anakku Raffi, usia 3 tahun, semalam. "Allah itu jahat, pah!" Astagfirullah, darimana dia mendapat kata-kata itu? Apa alasan dia berkata seperti itu? Penasaran dengan ucapannya, langsung aku cari tahu.

"Sayang, kenapa Raffi bilang begitu?" Sambil menatap tajam dan ngomongnya yang masih cadel, anakku menjawab "Kemalin Afi kan gak mao mandi pah, tlus kata N'da, Afi nakal. Alloh benci ama anak nakal. Nanti Alloh malah. Tlus tadi pagi Afi ga mao makan, Mbah juga ngomong, klo ga mau makan, itu namanya anak nakal nanti dimalahin Alloh. Belalti Alloh malah-malah mulu ya pah? Olang suka malah-malah kan jahat, iya kan pah?" Hem, itu toh alasannya. Bingung juga menjawab pertanyaannya. Kalaupun dijawab dengan pengetahuan spiritual, toh anakku belum mampu mencerna. Akhirnya hanya kupanjatkan permohonan ampun pada Allah atas kesalahan kami sebagai orang tua dalam pemberian pemahaman konsep Allah pada anakku.

DPR, Pagar Makan Tanaman

"Benar-benar pagar makan tanaman" keputusan DPR dengan membangun ruang kerjanya dengan harga fantastis, Rp 800 Juta untuk 1 ruang anggotanya. Bila dilihat dari kondisi negara yang banyak hutang dan rakyatnya yang miskin sungguh suatu sikap yang keterlaluan.

Apakah para wakil rakyat itu tidak tahu kalau mereka itu adalah pagar yang dibangun karena ada beranekaragamnya tanaman yang dengan susah payah berusaha menghasilkan oksigen bagi kehidupan negara. Apakah mereka itu tidak ingat kalau mereka itu didirikan dengan harapan mampu melindungi tanaman dari binatang liar. Apakah mereka tidak sadar kalau dana untuk membangun pagar itu adalah hasil dari panen tanaman yang dijaganya.

Buat apa membangun pagar yang mahal kalau banyak tanaman didalamnya yang layu, mati segen hidup tak mau, pagar bambupun sudah cukup memadai. Bukankah akan lebih baik bila dana itu dialokasikan untuk lebih banyak membeli pupuk agar tanamannya menjadi subur, indah, berbunga dan berbuah serta menghasilkan oksigen yang lebih banyak yang bisa dinikmati secara bersama-sama.

Mohon diketahui, diingat dan disadari oleh para wakil rakyat bahwa keberadaan Anda adalah karena kami, tanaman yang ingin menghasilkan banyak bunga dan buah yang nantinya Andapun dapat menikmati. Jangan justru Anda perindah pagarnya dengan uang hasil panen sementara tanamannya sendiri tidak Anda rawat dengan baik. Bukankan itu pagar makan tanaman?

Copyright © / NU YAHE

Modified by : Yahe! / With the help of urang-kurai